Jaringan, Komputer

Jaringan Peer to Peer : Pengertian, Sejarah, Kelebihan, Kekurangan

Pernah mendengar peer to peer? Biasanya mungkin Anda lebih sering mendengar istilah ini di dalam dunia bisnis. Tapi perlu Anda ketahui kalau...

Written by Diffa · 3 min read >
Jaringan-Peer-to-Peer

Pernah mendengar peer to peer? Biasanya mungkin Anda lebih sering mendengar istilah ini di dalam dunia bisnis. Tapi perlu Anda ketahui kalau peer to peer itu juga ada dalam dunia jaringan internet. Namanya adalah jaringan peer to peer. 

Apa itu? Kenapa disebut sebagai jaringan P2P? Apakah prinsipnya sama seperti yang ada di dunia bisnis? Mari kita bahas! 

Apa itu Jaringan Peer to Peer?

Apa-itu-Jaringan-Peer-to-Peer

Mungkin bagi sebagian orang tidak sangat awam dengan Peer to Peer. Sebenarnya kalau kita membahas istilah Peer to Peer tanpa kata jaringan di depannya maka artinya adalah teman ke teman. Secara sederhana begitu. 

Kayak kerjasama antara dua teman gitulah. Dimana keduanya saling memberi dan menerima. Sekarang coba pakai prinsip itu untuk memahami apa itu jaringan yang biasa juga disingkat dengan jaringan P2P. Jadi jaringan peer to peer adalah mode jaringan yang bisa saling berbagi. 

Maksudnya? Ingat dengan prinsip dasar jaringan. Pasti akan selalu ada yang menjadi server, dan akan selalu ada yang menjadi user. Pada pemahaman jaringan secara umum, hanya ada 1 server dan banyak user. Tidak ada user yang bekerja juga sebagai server. 

Berbeda dengan jaringan peer to peer ini. Di dalam jaringan tipe ini semua jaringan dalam sebuah lingkungan bisa menjadi user, juga bisa menjadi server. Itulah yang dimaksud dengan bisa saling memberi dan menerima. 

Kalau cara kerja dari jaringan ini sendiri justru lebih mudah. Anda tidak perlu memakai dua komputer atau menambahkan hub dan switch yang begitu ribet. Anda hanya perlu memakai switch saja yang bentuknya 1 kabel UTP. 

Sejarah dari Jaringan Peer to Peer (P2P)

Sejarah-dari-Jaringan-Peer to Peer

Sementara kalau kita melihat sejarahnya konsep jaringan P2P ini sebenarnya sudah muncul dari tahun 1980 an. Tapi di awal kemunculannya jaringan ini nggak terlalu banyak digemari. Jaringan ini baru digemari saat Microsoft merilis OS for Workgroups. 

Tapi di tahun itu meski terlihat lebih mudah, efisien dan murah, tapi tingkat keamanan dari tipe jaringan ini sangat rendah. Jadi banyak orang yang memilih untuk tidak menggunakan jaringan tersebut. Terlebih lagi di tahun itu komputer bukan barang umum. 

Hingga akhirnya di tahun yang sama muncul aplikasi yang mampu mendistribusi file bernama Usenet. Meskipun aplikasi ini belum mampu menjawab kebutuhan para pengguna jaringan P2P. Baru kemudian di muncullah aplikasi P2P generasi awal bernama FidoNet yang cukup sukses. 

Aplikasi yang dibuat oleh Tom Jennings itu muncul tahun 1984 yang dipakai untuk berkuar pesan antara para user dari Bulletin Board System yang beragam. Setelah FidoNet kemudian muncul aplikasi lain seperti contoh; Kazaa, BitTorrent, hingga eDonkey. 

Kelebihan Jarngan Peer to Peer

1. Murah

Kelebihan jaringan Peer to Peer

Kelebihan pertama dan menjadi alasan banyak orang menggunakan tipe jaringan ini adalah karena murah. Kenapa bisa murah? Karena Anda tidak perlu memasang satu server. Kenapa? Karena semua komputer bekerja sebagai server. 

Selain itu, karena tidak dibutuhkan server, maka spesifikasi komputer yang dibutuhkan untuk menjalani jaringan ini juga cukup rendah. Dengan spesifikasi rendah, maka harga juga jadi lebih murah kan? 

2. Efisien

Jaringan peer to peer lebih efisien

Menurut banyak orang jaringan peer to peer ini sangat efisien. Hal itu mungkin terjadi karena perpindahan data tidak harus ke server terlebih dahulu. Tapi bisa langsung ke komputer tujuan. Sehingga pada beberapa waktu akan jadi jauh lebih cepat. 

3. Fleksibel

Jaringan peer to peer lebih Fleksibel

Fleksibel disini artinya semua komputer yang ada di jaringan berperan juga sebagai server. Sehingga semua komputer punya hak yang sama. Selain itu setiap komputer juga berperan sebagai user. Jadi peran setiap komputer di jaringan ini sangat fleksibel. 

4. Komputer Punya Peran Ganda

Peran ganda komputer dalam jaringan peer to peer

Seperti yang sudah disebutkan di nomor sebelumnya, dalam sistem ini setiap komputer memiliki peran ganda, yakni sebagai server dan sebagai user. Jadi kalau ada satu server bermasalah, maka jaringan ini tetap bisa berjalan karena semua menjadi server. 

5. Tidak Butuh Admin

Tidak-Butuh-Admin

Sekali lagi, karena ada banyak server atau setiap komputer berperan ganda, maka admin juga tidak dibutuhkan. Sehingga kerja jadi lebih ringkas dan cepat. Semua data bisa dikirimkan langsung tanpa melalui administrator. 

6. Tidak Butuh OS

Jaringan peer to peer tidak butuh os

Kalau dalam jaringan biasa, server membutuhkan aplikasi tambahan untuk menjalankan setiap tugasnya. Tapi kalau menggunakan jaringan peer to peer ini Anda tidak memerlukan OS tambahan. 

Kekurangan Jaringan Peer to Peer

1. Tidak untuk Skala Besar

Jaringan peer to peer tidak-untuk-Skala-Besar

Semakin besar skalanya, maka perpindahan datanya juga semakin banyak. Kalau terlalu banyak kepala dalam sebuah kelompok, maka kelompok itu akan hancur kan? Maka dari itu jaringan Peer to Peer tidak disarankan dipakai di jaringan berskala besar. 

2. Keamanan Rendah

Keamanan-Rendah pada jaringan P2P

Karena ada banyak kepala, maka sangat mungkin data bocor kan? Karena tidak ada satu kepala yang menjadi pusat data, sehingga ada banyak kepala yang dijaga dan membuat keamanan jadi tidak sangat kuat. 

3. Administrasi tidak Terkendali

Administrasi-tidak-Terkendali Pada jaringan P2P

Siapa yang mau mengendalikan administrasi kalau semua komputer jadi server? Tidak ada. Semuanya berebut kendali. Jadi ada lebih dari satu pemimpin. Dalam terminologi apapun, ketika ada lebih dari satu pemimpin pasti akan hancur. Sama seperti jaringan. 

Karakteristik Jaringan Peer to Peer

1. Tidak ada Satu Komputer Sebagai Server

Tidak-ada-Satu-Komputer-Sebagai-Server Jaringan peer to peer

Karakteristik pertama dari jaringan ini adalah tidak ada server. Artinya, semua komputer yang ada di dalam jaringan ini berlaku sebagai server. Bukan benar-benar tidak ada server. Semua komputer yang ada di dalam jaringan peer to peer punya tugas ganda. 

2. Semua Komputer Adalah Server dan Rekan

Dalam jaringan P2P Semua-Komputer-Adalah-Server-dan-Rekan

Seperti yang sudah disebutkan di atas, semua komputer adalah server. Selain itu semua komputer juga merupakan user. Artinya ia bisa mengirim data di satu waktu, sementara di satu waktu yang lain ia bisa menerima data. 

3. Tidak Ada Kontrol Keamanan Jaringan

Tidak Ada Kontrol Keamanan pada Jaringan Peer to Peer

Biasanya di dalam sebuah jaringan peer to peer ini tidak ada kontrol keamanan atas jaringan tersebut. Kenapa? Karena tidak ada administrator. Administrator biasanya berguna untuk menjaga data dari ancaman. Kalau administrator tidak ada, maka tidak ada kontrol keamanan. 

4. Spesifikasi Komputer Cenderung Lebih Rendah

Spesifikasi-Komputer-Cenderung-Lebih-Rendah pada Jaringan P2P

Dengan tidak adanya satu komputer yang menjadi server, maka tidak ada komputer yang harus memenuhi spesifikasi sebagai server. Sekedar informasi, spesifikasi sebuah komputer menjadi server itu mungkin setara atau lebih dari pada komputer gaming. 

Jadi biayanya bisa sangat mahal. Tapi karena tidak perlu satu server, karena semua sekarang menjadi server, maka tidak diperlukan lagi komputer yang mahal itu. 

Jaringan P2P memang susah-susah gampang untuk dipahami. Untuk mengaplikasikannya pun butuh pengetahuan yang menyeluruh tentang jaringan. Anda harus tahu prinsip jaringan dan cara membuat jaringan jika ingin menggunakan jaringan P2P ini. 

Tapi kalau dilihat dari kekurangannya, disarankan untuk tidak menggunakan jaringan ini. Keamanan adalah salah satu aspek yang paling penting. Kalau jaringan itu tidak aman, sebaiknya tidak digunakan dari pada data yang Anda miliki hilang. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *